Ads by Smowtion

Showing posts with label Kendaraan Tempur (Ranpur). Show all posts
Showing posts with label Kendaraan Tempur (Ranpur). Show all posts

Monday, April 16, 2012

Kesepakatan Pembelian Panser Anoa Oleh Malaysia Capai Tahap Akhir



KUALA LUMPUR - Angkatan Tentera Diraja Malaysia dikhabarkan bakal memesan 32 buah panser Anoa dari PT Pindad. Panser Anoa ini oleh Malaysia akan diberi nama Rimau yang berarti harimau dalam bahasa Melayu, dan kesepakatannya kini sudah pada tahap akhir.

"Malaysia mau gunakan panser 6x6 dan kini kami menantikan closing deal", kata Direktur Utama PT Pindad, Adik A Soedarsono,  di sela-sela pameran Defence Services Asia (DSA) 2012 di Kuala Lumpur, Malaysia, Senin (16/4).

Menurut dia, saat ini pihaknya juga sedang melakukan penjajakan dengan sejumlah negara di Timur Tengah, Eropa termasuk dengan sesama anggota Asean seperti Brunei Darussalam.

Bahkan, lanjut dia, dijadwalkan Sultan Brunei akan mengunjungi panser Anoa yang sengaja diboyong kelokasi pameran tersebut.

Ketertarikan Malaysia terhadap panser buatan pindad tersebut sudah disampaikan oleh Panglima Angkatan Tentera Diraja Malaysia, Jenderal Tan Sri Datu Sri Zulkifli Mohammad Zein, saat berkunjung ke Indonesia tahun lalu.

Sumber : ANTARANEWS.COM

Wednesday, February 15, 2012

Tank Uzur Batalyon Kavaleri II

SEMARANG - Kasdam IV/Diponegoro Brigjen TNI Dedi Kusnadi (depan, dua dari kanan) mengendarai tank AMX APC (armored personel carrier) buatan Prancis dari Batalyon Kavaleri 2/Tank bersama sejumlah anggota TNI, di Lapangan Parade Kodam IV/Diponegoro, Semarang, Jateng, Rabu (15/2). Batalyon Kavaleri 2/Tank saat ini memiliki puluhan tank Uzur (tua/obselete) berbagai varian, salah satunya varian tank AMX buatan tahun 1950-an yang suku cadangnya kini sudah tidak tersedia lagi dipasaran sehingga jika terjadi kerusakan para teknisinya terpaksa memodifikasi dengan mengkanibalisasi berbagai komponennya. FOTO ANTARA/R. Rekotomo/Koz/pd/12.



Thursday, January 26, 2012

Pembelian MBT Mengikuti Prosedur Yang Ada

JAKARTA - Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono mengungkapkan pembelian MBT Leopard tidak bisa dilakukan secara asal-asalan. Menurutnya, pengadaan alutsista termasuk Main Battle Tank (MBT) Leopard dilakukan melalui sejumlah prosedur. “Pembelian alutsista ada prosedurnya. Pertama kami minta persetujuan alokasi dananya, memungkinkan atau tidak.” ujar Panglima TNI usai upacara pembukaan Operasi Kepolisian Militer 2012 di Mabes TNI Cilangkap Jakarta, Kamis (26/1).

Jika alokasi dana yang diajukan TNI mendapat persetujuan pemerintah dan DPR, pengguna (TNI AD) harus menentukan spesifikasi teknis alutsista yang dibutuhkan. Selanjutnya dilakukan tender bebas ke pihak-pihak yang dapat menyediakan kebutuhan alutsista tersebut, baru kemudian dipilih yang sesuai dengan standar yang ditentukan,” papar Panglima.

Proses pengadaan MBT Leopard, jelasnya, baru sampai pada tahap penjajakan atas tawaran yang diterima TNI AD dari Belanda. TNI AD saat ini baru memiliki tank kelas ringan (light) dan sedang (medium). “Hingga kini belum ada kesepakatan, baru pilihan dan opsi-opsi, Leopard hanya salah satu alternatif pememenuhan kebutuhan tersebut,” ujarnya.

Menurut Agus, modernisasi alutsista TNI dilakukan dengan tiga cara. Untuk alutsista yang sudah tua, akan dihapus dan dinonaktifkan. Sedangkan yang masih bisa ditingkatkan kemampuannya, akan kita tingkatkan. Pilihan terakhir adalah dengan melakukan pembelian. “Pengadaan MBT ini masuk dalam pengadaan baru,” imbuhnya. Modernisasi alutsista ini harus dilakukan, selain karena tank yang kita miliki sudah berusia tua, teknologinya pun sudah tertinggal jauh oleh yang dimiliki negara tetangga.

Jerman Tawarkan MBT Leopard Refurbishment

Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menyatakan tidak khawatir dengan penolakan parlemen Belanda atas penjualan tank Leopard ke Indonesia. Menurutnya, jika memang Belanda tidak mau menjual, sudah ada negara lain yang juga menawarkan pada Indonesia. “Jerman sebagai negara produsen juga menawarkan pada Indonesia,” ungkap Sjafrie di Bontang.


Tank Leopard 2A5 KWS II: merupakan hasil peningkatan dari type 2A5 dengan pembaharuan pada penggantian turret dan composite armor generasi ke-3. (Foto: Krauss-Maffei Wegmann GmbH & Co. KG.)

Dikatakan Sjafrie, tawaran Belanda adalah tank bekas yang jika jadi kita beli akan diupgrade kemampuannya. Sedangkan Leopard yang ditawarkan Jerman adalah refurbishment (perbaharuan), “Jadi bukan bekas, karena sudah ditingkatkan lebih dulu kemampuannya,” jelasnya.

Namun begitu, Sjafrie menegaskan Indonesia akan lebih diuntungkan dengan membeli pada Belanda. Dengan dana US$280 juta, Indonesia akan mendapat 100 unit tank Leopard. “Kalau di tempat lain tidak bisa. Dana itu kami alokasikan untuk 44 tank, tapi bisa mendapat 100 unit,” imbuhnya.

Sumber : JURNAS.COM

Tuesday, January 24, 2012

HIMARS, The Next MLRS for TNI AD

JAKARTA - Rencana TNI AD memodernisasi arsenal artileri medan (Armed) patut diapresiasi, salah satunya rencana matra darat ini mengakuisisi peluncur roket multilaras atau High Mobility Artillery Rocket System (HIMARS) dari Lockheed Martin, Amerika. Bukan tanpa alasan, peluncur roket yang diusung truck berpenggerak roda 6x6 ini pada penggelaran operasinya mampu diintegrasikan bersamaan dengan platform tempur lain, seperti : tank, pesawat mata-mata, helikopter dan ranpur lainnya.

Singapore adalah salah satu negara tetangga Indonesia yang sudah menggunakan ranpur peluncur roket ini. Batalyon HIMARS AD Singapore (SAF) ditempatkan di Camp Khatib di Batalyon 23SA. HIMARS Selain mampu meluncurkan 6 roket 227mm secara salvo, arsenal ini juga kapabel meluncurkan rudal ATACMS yang bisa membawa bom tandan berdaya jangkau 128 Km.

SAF mendapatkan HIMARS sejak tahun 2007, dan secara resmi mengoperasikan pada September 2011. Sebelum dibawa ke Singapura, HIMARS SAF ini pernah diuji tembak di Fort Sill-Oklahoma, Amerika pada November 2010. Berikut video pengoperasian HIMARS oleh SAF yang diambil dari CYBERPIONEER. (ALUTSISTA)

Sunday, August 28, 2011

Yonif 202/Tajimalela Latihan Mengemudikan Ranpur Anoa di Perumahan Deltamas-Bekasi

BEKASI – Komandan Batalyon Infanteri 202/Tajimalela Letnan Kolonel Inf Heru Agung Aryandhono pimpin penataran alutsista dan Kendaraan Tempur ANOA 6×6 buatan Pindad bertempat di Mako Batalyon Infanteri 202/Tajimalela Rawalumbu Bekasi Jawa Barat.



Yonif 202/Tajimalela Juni 2011 lalu menerima 45 unit ranpur ANOA 6×6 dalam rangka memenuhi kebutuhan pembentukan Batalyon infanteri Mekanis (Yonif Mekanis)TNI-AD dalam upaya meningkatkan kekuatan pertahanan.



Mengingat pentingnya ranpur ini dalam pelaksanaan tugas-tugas TNI-AD, maka Danyonif Letnan Kolonel Inf Heru Agung Aryandhono mengadakan kegiatan Latihan bagi para awak yang mengemudikan Ranpur Anoa 6×6. Latihan ini dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan awak menjadi pengemudi Ranpur.



Latihan diikuti 45 orang Tamtama yang dilaksanakan selama 3 hari, pada tanggal 18–20 Agustus 2011. Praktek latihan mengemudi kali ini di lakukan di Kompleks Perumahan Delta Mas Cikarang Kab. Bekasi.



Danyonif turut mengecek langsung ke lapangan kegiatan tersebut dan memberikan penekanan kepada seluruh peserta tentang pentingnya pemeliharaan materil terutama Ranpur Anoa 6×6 yang baru diterima.



Sumber : POSKOTA.CO.ID