Ads by Smowtion

Showing posts with label Radar. Show all posts
Showing posts with label Radar. Show all posts

Sunday, March 4, 2012

KSAU Resmikan Satuan Radar Timika


KSAU Marsekal TNI AU Imam Sufaat menandatangani Prasasti dan Menekan Tombol Pembukaan Plang Papan Nama saat peresmian Satuan Radar TNI AU 243 Timika di Kilo 8, Timika, Papua, Senin (5/3). FOTO ANTARA/Spedy Paereng/Koz/pd/12.

TIMIKA - Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Imam Sufaat meresmikan Satuan Radar 243 Timika yang berlokasi di Kampung Kamoro Jaya-SP1, Timika, Papua, Senin (5/3).

Bersamaan dengan itu, Kasau juga melantik Letkol (Lek) Sudirman sebagai Komandan Satuan Radar (Satrad) 243 Timika.

Marsekal Imam Sufaat mengatakan pembangunan Satuan Radar 243 Timika merupakan perwujudan dari program strategis yang telah disusun untuk mengcover situasi dan kondisi serta kerawanan wilayah udara bagian timur Indonesia terhadap pelanggaran udara.

Satuan Radar 243 Timika yang berada di jajaran Kosek Hanudnas IV Biak dibangun sejak 2009 di atas lahan seluas 298.786 meter.

Radius jangkauan operasi radar di Timika akan over lapping dengan Satuan Radar 245 Saumlaki bagian barat di Provinsi Maluku dan juga akan over lapping dengan Satuan Radar 244 Merauke di bagian timur Papua.

Dengan telah beroperasinya radar-radar tersebut, maka seluruh wilayah udara Indonesia bagian timur dapat dicover dan tidak ada lagi area kosong yang tidak termonitor radar.

Melalui beroperasinya Satuan Radar Timika ini juga konsep strategis gelar Kosek Pertahanan Udara Nasional IV di wilayah Indonesia bagian timur dapat terus diwujudkan mengingat di wilayah ini terdapat sejumlah obyek vital nasional dan merupakan jalur penerbangan internasional.

Marsekal Imam Sufaat mengakui hingga saat ini kemampuan, kekuatan dan gelar radar TNI AU dibandingkan dengan luas wilayah udara nasional Indonesia belum sepenuhnya mampu memenuhi kebutuhan yang diharapkan.

Dengan keterbatasan jumlah radar yang dimiliki itu mengakibatkan pelaksanaan tugas pengamatan dan pemantauan seluruh obyek yang bermanufer di wilayah udara Indonesia belum dapat dilaksanakan secara maksimal.

Sejumlah Pesawat Tempur Akan ditempatkan di Papua

Markas Besar TNI AU berencana menempatkan sejumlah pesawat tempurnya di wilayah Papua. KSAU mengatakan, rencana penempatan sejumlah pesawat tempur tersebut dalam rangka menjaga kedaulatan udara wilayah timur Indonesia.

"Kami ada rencana seperti itu ke depan. Sementara ini pesawat-pesawat TNI AU yang dikirim ke Papua hanya untuk mengenal medan sekaligus melatih operasional suatu pangkalan," jelas KSAU Imam Sufaat.

Imam mengatakan, Bandara Mozes Kilangin Timika layak untuk didarati pesawat tempur. Namun pesawat tempur tidak bisa dioperasikan dari Pangkalan TNI AU Timika karena terkendala ketersediaan bahan bakar mengingat pesawat tempur setelah terbang 1,5 jam harus mengisi kembali bahan bakar.

"Ini yang menjadi kendala. Kami berharap Pertamina bisa masuk ke Timika sehingga nantinya pesawat tempur kita bisa dioperasikan dari Timika. Hal itu tidak berarti kondisi di Timika tidak aman, tetapi untuk penerbang sendiri harus tahu kondisi di suatu tempat," jelas orang nomor satu di jajaran TNI AU itu.

Sejauh ini baru tiga Bandara di Papua yang bisa didarati oleh armada pesawat tempur yaitu Biak, Jayapura dan Merauke.

Sumber : ANTARANEWS.COM

Wednesday, October 26, 2011

Radar Pantai Puskodal Mako Armatim

SURABAYA - Sejumlah anggota TNI-AL mengoperasikan peralatan pendukung sistem pengawasan atau radar laut yang terintegrasi ("Integrated Maritime Surveillance System"/IMSS) usai serah terima di Pusat Komando Pengendalian AL (Puskodal) Markas Komando Armada RI Kawasan Timur Surabaya, Jatim, Selasa (25/10). IMSS tersebut merupakan salah satu bantuan dari dari 18 pos pengawasan pantai, 11 radar kapal dan empat pusat komando masing-masing di Batam, Manado, Jakarta, dan Surabaya.

IMSS merupakan suatu sistem yang terdiri dari tatanan hardware dan personel yang mengintegrasikan sistem komando dan pengendalian (Kodal) dengan memanfaatkan sarana radar dan long range camera pengamatan maritim yang dipasang di pantai/darat, kapal maupun pesawat udara.FOTO ANTARA/M Risyal Hidayat/ed/11

Monday, October 24, 2011

TNI AL Terima Bantuan Radar Pantai dari AS

SURABAYA - TNI AL menerima bantuan peralatan sistem radar pengawasan laut dan pantai terintegrasi (Integrated Maritime Surveillance System/IMSS) dari pemerintah Amerika Serikat.

Bantuan tersebut diserahkan Wakil Duta Besar AS untuk Indonesia Ted Osius kepada Direktur Jenderal Kekuatan Pertahanan Kementerian Pertahanan Laksamana Muda TNI Bambang Suwarto di Markas Komando Armada RI Kawasan Timur, Ujung, Surabaya, Selasa (25/10). Usai serah terima, undangan menyaksikan demontrasi penggunaan IMSS di Pusat Komando Pengendalian AL (Kodal) Koarmatim.

Proyek pengadaan senilai 57 juta dolar AS itu, terdiri dari 18 pos pengawasan pantai, 11 radar kapal dan empat pusat komando di Batam, Manado, Jakarta dan Surabaya. Bambang mengatakan, sistem ini telah dibangun dan dikembangkan di wilayah timur, tepatnya di Perairan Laut Sulawesi.

"Program ini merupakan kelanjutan dari kerja sama bilateral kedua negara sejak 2006," katanya. Ted Osius juga menjelaskan, proyek pengadaan IMSS ini mampu menjangkau 1.205 km garis pantai di Selat Malaka dan 1.285 km garis pantai di Sulawesi, sehingga menjadikan sistem ini sebagai jaringan pengawasan maritim terintegrasi terbesar di dunia.

"Sistem ini membantu Indonesia untuk mengembangkan kemampuan dalam mendeteksi, melacak dan memonitor kapal-kapal yang melintasi perairan teritorialnya dan internasional," paparnya.

Menurut ia, kemampuan sistem tersebut sangat penting dalam memerangi pembajakan, pencurian ikan, penyelundupan, dan terorisme di wilayah perairan Indonesia dan kawasan perbatasan dengan negara tetangga.

Sumber : ANTARA

Thursday, June 2, 2011

Radar Hibah Dari AS Telah Terpasang di 18 Titik di Indonesia



JAKARTA - Indonesia dengan wilayah laut luas sudah seharusnya memiliki kekuatan tangguh untuk mengamankan wilayah perairannya. Selain itu, perlu pengamanan untuk kapal-kapal yang melakukan perjalanan ke wilayah berbahaya. Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Tri Prasodjo di Jakarta, Rabu (1/6).

Pengamanan laut butuh perhatian serius karena menyangkut berbagai kepentingan masyarakat dan negara. Dia menambahkan, keamanan laut tidak hanya menyangkut penegakan hukum di laut. "Tujuan lebih luas adalah tercapainya situasi dan kondisi laut yang bebas dari ancaman kekerasan, navigasi, sumberdaya laut, dan ancaman pelanggaran hukum,"katanya. shoot me!!

"Dan untuk penanganan dini pengamanan wilayah laut Indonesia penguatan sistem radar sangat diperlukan. Salah satunya adalah hibah radar Integrated Multi Sensor System (IMSS) dari amerika yang kini dibangun di beberapa titik di Indonesia," tambahnya.

Tri mengatakan, IMSS yang terpasang kini berjumlah 18 buah. Selain radar, kata Tri, pengamanan dilakukan dengan melakukan patroli secara rutin. "Perairan penting seperti Selat Malaka kami lakukan patroli bersama dengan Malaysia dan Singapura,"katanya.

Selain radar, kata Tri, pengamanan dilakukan dengan melakukan patroli secara rutin. "Perairan penting seperti Selat Malaka kami lakukan patroli bersama dengan Malaysia dan Singapura,"katanya.

Sumber : JURNAS